This is exactly what i want to do from a long time ago. And i have done that. True, i always moving around for my job and it's also true that it isn't something good for the employer moreover in your CV. But, why i should stay longer if my heart says no?! They say, don't use your feeling because feeling is something that u can not control, use your logic instead. I spit it all, i prefer to listen my heart. The main reason is as simple as: i'm a field geologist but i'm not a slave. Geologist is able to give recommendation and sugestion based on their brain. Geologist has power to say or at least states that "we can not go on" or "we keep going". Gelogist is must involved in any development resources or giving opinion for extention exploration. Is it sounds arogant? No, it's not. Because it's principal. Because that is what geologist for, to drive or to halted. Since i couldn't apply what becomes my principe therefore i brave my heart to decide 'okay, this isn't the right system in my vision and i don't want to drown in it'.
Briefly, i quit the job. I quit without knowing what will be my next job. But what i felt was, glad, free, and ready for the next adventure. Yes! I might don't have new job afterwards but new adventure is always there, in front of me. So, after saying goodbye to office fellows, i packed my bag, poke my adventure partner who also jobless (gee... we are great couple!) to come with me to walk around volcanoes in Indonesia, especially Sumbawa. Yes! Tambora was our main project. It's always there, in our mind.
After marked around Sumbawa-Lombok-Bali-Ijen-Chiang Mai-west Java area for about 2 months or in other words i would say, after being jobless for 2 months, i feel definitely great! Well, even though sometimes i worry about my brain ;-) but apart from that i feel excellent. Honestly, being jobless was the best job i ever had. I was a bit stress at first about money whereas i keep mobile for travelling. But, hey.. i survive, i did my travel budget and not spending all at one time. I know that i'm not a rich girl, but i don't feel pitty either when no sallary coming to my account. I break the routinity by exploring new places instead of going to office and sit on crazy traffic. We walked so many kilometres to hitchhike on a truck instead using ojek and spend 50K. We calculate every single expense for food, we slept in a filthy Losmen that recomended by Lonely Planet (since that i swear i wouldn't believe any bible for traveller!-go to hell LP!). We made friends and had so much fun with local guys in Dompu. Ah God, it was amazing! walked at the market and talked to people with sincere smile.. no strings attached! We had hard time to in Lombok because of their spirit. I was so upset with their mind set that see us as a tourist then having their own theory about tourist and 'having a lot of money'. I wish i could shout 'it's totally wrong' to them but i didn't do it. Being traveler and doing traveling doesn't mean you have a lot of money. To have budget, it's true but it's different thing when we decide to spend it. We will choose a better way to spend it, efficient, convenient, and enough. We experienced many things which was not always good and smooth, sometimes full of tricky or sometimes can be very sincere and honest.
Anyway.. it's a great feeling that i want to share in my blog while i was jobless. Unfortunately, being out of the comfort zone is not always miserable. It's depend how you deal with it. Life is an adventure, so why not come out and play ?!
I would like to say thanks to my adventure partner which is my lovely, super boyfriend who always encourage me to have a brave heart, to be what i wanna be not what they want me to be. And also for our travel mate; who we just knew from internet but very keen to join us even though we don't know each other before. It was great, great adventure, experience, and feeling.
The end.
Setia Budi, late at night
Showing posts with label Live my life. Show all posts
Showing posts with label Live my life. Show all posts
Tuesday, March 22, 2011
Saturday, September 4, 2010
Menyambung Asa Untuk Sinabung
Dear Sahabats..
Alhamdulillah, bantuan yang sudah terkumpul semakin bertambah setiap harinya.
Kami masih tetap menunggu bantuan dan donasinya sam pai tanggal 8 September sebelum dikirimkan ke Medan. Ayo! Buka hati untuk perduli sedikit dan bantu saudara kita
Barang:
1. 200 tablet ISPA Erthromycin 500 mg
2. 200 bungkus oralit
3. Pakaian bekas layak
4. 10 selimut layak
5. Masker (belum dihitung)
Jumlah Sumbangan(Rek. Mandiri-nya Gita dan Rek. BCA-nya Honey): Rp 902.147
Buat sahabat sekalian bisa tolong kasih kami masukan sebaiknya uangnya ditransfer saja ke atau lebih baik dibelanjakan untuk susu bayi dan balita yang juga sedang sangat dibutuhkan?
Terima kasih
Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang (19:96)
(dan karena kasih sayang lah, kita, umat manusia saling membantu)
Alhamdulillah, bantuan yang sudah terkumpul semakin bertambah setiap harinya.
Kami masih tetap menunggu bantuan dan donasinya sam pai tanggal 8 September sebelum dikirimkan ke Medan. Ayo! Buka hati untuk perduli sedikit dan bantu saudara kita
Barang:
1. 200 tablet ISPA Erthromycin 500 mg
2. 200 bungkus oralit
3. Pakaian bekas layak
4. 10 selimut layak
5. Masker (belum dihitung)
Jumlah Sumbangan(Rek. Mandiri-nya Gita dan Rek. BCA-nya Honey): Rp 902.147
Buat sahabat sekalian bisa tolong kasih kami masukan sebaiknya uangnya ditransfer saja ke atau lebih baik dibelanjakan untuk susu bayi dan balita yang juga sedang sangat dibutuhkan?
Terima kasih
Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang (19:96)
(dan karena kasih sayang lah, kita, umat manusia saling membantu)
Label:
Baksos,
Live my life,
Sinabung
Wednesday, September 1, 2010
Berkabung Untuk Sinabung
BAKSOS UNTUK KORBAN LETUSAN GUNUNG SINABUNG
Banyak korban yang sekarang tinggal di tenda darurat dan menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) akibat debu vulkanik setelah letusan. Selain karena abu vulkanik yang tebal dan mengganggu pernapasan, air bersih pun terkontaminasi oleh abu vulkanik tsb. Oleh karena itu obat-obatan ISPA dan tablet pernjernih air benar-benar sangat dibutuhkan para warga yang kembali harus mengungsi hari ini. Mari bersama menyambung asa untuk warga di Sinabung.
Perkembangan terakhir per tanggal 2 September warga diharuskan kembali ke penungsian karena aktifitas Sinabung yang belum kondusif.
DATA LOKASI PENGUNGSI per 30 Agustus
1. Jambur Lige Kabanjahe : 4.737 pengungsi,
2. Jambur Dalianatolu Kabanjahe : 1.000 pengungsi,
3. Jambur Tuah Lopati Kabanjahe : 1.000 pengungsi,
4. Jambur Adil Makmur Kabanjahe : 2.105 pengungsi,
5. Jambur Sempakata Kabanjahe : 505 pengungsi,
6. Klasis GBKP Kabanjahe : 400 pengungsi,
7. Jambur Pulungan Kabanjahe : 750 pengungsi,
8. Kantor Depak Kabanjahe : 200 pengungsi,
9. Kantor KMPI Kabanjahe : 460 pengungsi,
10. Jambur Taras Berastagi : 1.367 pengungsi,
11. Losd Pekan Buah Tigabinanga : 1.813 pengungsi,
12. Losd Singgamanik : 2.000 pengungsi,
13. Losd Perbesi : 500 pengungsi
14. Losd Tanjung Pulo : 650 pengungsi,
15. Losd Siabang – abang : 500 pengungsi,
16. Losd Kuta Buluh : 1.000 pengungsi.
Jumlah : 18.987 pengungsi.
Barang yang saat ini sangat diperlukan adalah (terutama nomor 1 dan 2)
1. Obat-obatan: Obat ISPA tipe Erithomycin, antibiotik, obat kumur, tablet penjernih air (Aquatabs)
2. Masker penutup hidung (yang tebal, warna hitam)
3. Susu bayi dan balita
4. Selimut (bekas juga nggak apa-apa asal layak pakai)
5. Buku bacaan / bekas layak baca (akan digunakan untuk bazaar amal, hasilnya pun akan disumbangkan)
Silakan sumbang seikhlas dan semampunya yang ada. Sumbangan berupa barang bisa diantarkan ke alamat di bawah:
Pos 1 Wilayah Jaktim-Bekasi. CP: Gita 0813 8427 5835
Jl. Kamelia No. 9 Jatibening I, Jatibeningbaru, Pondok Gede-Bekasi
Pos 2 Wilayah Jakpus-Jaksel. CP: Gita 0813 8427 5835
Lobby Menara Anugrah, kawasan Mega Kuningan, Setiabudi
Pos 3 Wilayah Depok dan sekitarnya. CP: Honey Dahlia 0815 1312 9978
Harap menelfon CP di atas dahulu sebelum memberi sumbangan berupa barang
FYI: Gerakan ini murni kepedulian atas nama beberapa orang teman di Jakarta dan Medan
Jakarta
Honey Dahlia
http://www.couchsurfing.org/people/honey_dahlia/
Utine
http://www.couchsurfing.org/people/utine/
Medan
Andi Citra
http://www.couchsurfing.org/people/andifilcon/
Fenny Tantriady
http://www.couchsurfing.org/people/f3nnie/
tanpa embel-embel organisasi dan komunitas, hanya saja kami tergabung dalam grup yang sama di couchsurfing
Pelaksanaan Tahap I: Bantuan akan disalurkan pada 5 September 2010 (dari Medan ke TKP)
Pelaksanaan Tahap II: Bantuan akan dikirim ke Medan tanggal 8 September 2010 lewat jalur darat dengan target tanggal 11 September bisa disalurkan ke TKP oleh teman-teman di Medan
Untuk yg mau transfer silakan ke
BANK MANDIRI KYAI TAPA; a/n Gita Saraswati
117 0004748554
(Konfirmasi ke 0813 8427 5835)
BANK BCA KCP PANGLIMA POLIM; a/n Honey Dahlia
566-0074131
(Konfirmasi ke 0815 1312 9978)
Cara konfirmasi dan transfer:
Misal lima puluh ribu rupiah maka jumlah yg ditransfer adalah= Rp 50.xxx (3 digit terakhir nomor HP ybs). Kirim sms info transfer tsb ke nomor di atas (sesuai dengan rekening Bank yang ditransfer)
Semoga Tuhan yang Maha Baik membalas kebaikan teman-teman para penyumbang sekalian dengan balasan yang lebih mulia
Amin
Berikut foto-foto hasil survey para rekan-rekan CS yang berdomisili di Medan dan Tanah Karo
FOTO-FOTO SINABUNG PER TANGGAL 29 AGUSTUS 2010




FOTO-FOTO SINABUNG PER 30 AGUSTUS 2010





Barang-barang yang sangat dibutuhkan saat ini:
1. Masker penutup hidung dan mulut (yang tebal, warna hitam, suka dipake pak polisi / pengendara motor)
Banyak korban yang sekarang tinggal di tenda darurat dan menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) akibat debu vulkanik setelah letusan. Selain karena abu vulkanik yang tebal dan mengganggu pernapasan, air bersih pun terkontaminasi oleh abu vulkanik tsb. Oleh karena itu obat-obatan ISPA dan tablet pernjernih air benar-benar sangat dibutuhkan para warga yang kembali harus mengungsi hari ini. Mari bersama menyambung asa untuk warga di Sinabung.
Perkembangan terakhir per tanggal 2 September warga diharuskan kembali ke penungsian karena aktifitas Sinabung yang belum kondusif.
DATA LOKASI PENGUNGSI per 30 Agustus
1. Jambur Lige Kabanjahe : 4.737 pengungsi,
2. Jambur Dalianatolu Kabanjahe : 1.000 pengungsi,
3. Jambur Tuah Lopati Kabanjahe : 1.000 pengungsi,
4. Jambur Adil Makmur Kabanjahe : 2.105 pengungsi,
5. Jambur Sempakata Kabanjahe : 505 pengungsi,
6. Klasis GBKP Kabanjahe : 400 pengungsi,
7. Jambur Pulungan Kabanjahe : 750 pengungsi,
8. Kantor Depak Kabanjahe : 200 pengungsi,
9. Kantor KMPI Kabanjahe : 460 pengungsi,
10. Jambur Taras Berastagi : 1.367 pengungsi,
11. Losd Pekan Buah Tigabinanga : 1.813 pengungsi,
12. Losd Singgamanik : 2.000 pengungsi,
13. Losd Perbesi : 500 pengungsi
14. Losd Tanjung Pulo : 650 pengungsi,
15. Losd Siabang – abang : 500 pengungsi,
16. Losd Kuta Buluh : 1.000 pengungsi.
Jumlah : 18.987 pengungsi.
Barang yang saat ini sangat diperlukan adalah (terutama nomor 1 dan 2)
1. Obat-obatan: Obat ISPA tipe Erithomycin, antibiotik, obat kumur, tablet penjernih air (Aquatabs)
2. Masker penutup hidung (yang tebal, warna hitam)
3. Susu bayi dan balita
4. Selimut (bekas juga nggak apa-apa asal layak pakai)
5. Buku bacaan / bekas layak baca (akan digunakan untuk bazaar amal, hasilnya pun akan disumbangkan)
Silakan sumbang seikhlas dan semampunya yang ada. Sumbangan berupa barang bisa diantarkan ke alamat di bawah:
Pos 1 Wilayah Jaktim-Bekasi. CP: Gita 0813 8427 5835
Jl. Kamelia No. 9 Jatibening I, Jatibeningbaru, Pondok Gede-Bekasi
Pos 2 Wilayah Jakpus-Jaksel. CP: Gita 0813 8427 5835
Lobby Menara Anugrah, kawasan Mega Kuningan, Setiabudi
Pos 3 Wilayah Depok dan sekitarnya. CP: Honey Dahlia 0815 1312 9978
Harap menelfon CP di atas dahulu sebelum memberi sumbangan berupa barang
FYI: Gerakan ini murni kepedulian atas nama beberapa orang teman di Jakarta dan Medan
Jakarta
Honey Dahlia
http://www.couchsurfing.org/people/honey_dahlia/
Utine
http://www.couchsurfing.org/people/utine/
Medan
Andi Citra
http://www.couchsurfing.org/people/andifilcon/
Fenny Tantriady
http://www.couchsurfing.org/people/f3nnie/
tanpa embel-embel organisasi dan komunitas, hanya saja kami tergabung dalam grup yang sama di couchsurfing
Pelaksanaan Tahap I: Bantuan akan disalurkan pada 5 September 2010 (dari Medan ke TKP)
Pelaksanaan Tahap II: Bantuan akan dikirim ke Medan tanggal 8 September 2010 lewat jalur darat dengan target tanggal 11 September bisa disalurkan ke TKP oleh teman-teman di Medan
Untuk yg mau transfer silakan ke
BANK MANDIRI KYAI TAPA; a/n Gita Saraswati
117 0004748554
(Konfirmasi ke 0813 8427 5835)
BANK BCA KCP PANGLIMA POLIM; a/n Honey Dahlia
566-0074131
(Konfirmasi ke 0815 1312 9978)
Cara konfirmasi dan transfer:
Misal lima puluh ribu rupiah maka jumlah yg ditransfer adalah= Rp 50.xxx (3 digit terakhir nomor HP ybs). Kirim sms info transfer tsb ke nomor di atas (sesuai dengan rekening Bank yang ditransfer)
Semoga Tuhan yang Maha Baik membalas kebaikan teman-teman para penyumbang sekalian dengan balasan yang lebih mulia
Amin
Berikut foto-foto hasil survey para rekan-rekan CS yang berdomisili di Medan dan Tanah Karo
FOTO-FOTO SINABUNG PER TANGGAL 29 AGUSTUS 2010




FOTO-FOTO SINABUNG PER 30 AGUSTUS 2010





Barang-barang yang sangat dibutuhkan saat ini:
1. Masker penutup hidung dan mulut (yang tebal, warna hitam, suka dipake pak polisi / pengendara motor)
Label:
Baksos,
Live my life,
Sinabung
Wednesday, October 21, 2009
Lovely October
Bulan yang menyenangkan..
Dive before die itu terwujud! Mengingatkan saya atas Wish List Before I Die.. Diving!! (Kalo di blog ini saya tulis bersama Rully-sedangkan di buku bersama Ardi---->entah siapa pulak Ardi, lupa!!) In fact, saya diving bersama Nico, it was absolutely awesome. Thanks Allah, u have braced myself to realize my dreams.
Catatan dan foto-fotonya baca di langkahgita aja yaa...
*sambil mikir-mikir kapan yaa gue sempet bloging lagi disitu*
Label:
Live my life
Thursday, September 24, 2009
Saya, di Hari Itu
Hari itu, tanggal 13 September
Ada kegiatan Baksosnya temen-temen KHI. Niatnya sih cuma dateng dan ikut membantu, yahh siapa tau temen-temen yang lain pada kecapekan setelah acara "Menelusuri Kampung Arab, Pekojan" di tanggal 12 September. Jadi deh gue dateng sebagai volunteer sama Yana dan Ambar. Kita ketemuan di Musium Bank Mandiri jam 14.30. Acara dimulai jam 15.00, anak-anak dari sekitar kawasan kota udah rameeee banget menuuhin aula. Mereka ditemani sama orangtuanya. Mba Indah lagi asik ngajakin mereka ngobrol dan main games, sementara kita masih bingung mau bantu apa :)
Anak-anak KHI yang nongol cuma ada sedikit, nggak sebanding dengan pesertanya dan kelihatan mereka semua lelah setelah acara kemarin dan sahur on the road semalam. Tiba-tiba kita bertiga dipanggil Kang Asep dan diminta untuk bantu meng-guide adik-adik ini.. wah?! dadakan!? Nggak siap materi nihh, hoho..tapi nggak apa-apalah daripada mubazir dan nggak bantu apa-apa. Lagian yang dijelasin nggak akan terlalu banyak koq, tripnya cuma dari MBM, MBI (halamannya doang) trus nyebrang ke Escompto Bank, Museum Wayang (halamannya) dan berakhir di Taman Fatahillah lalu balik lagi deh ke MBM.
Adik-adik ini dibagi jadi 5 kelompok, guidenya ada gue, Ambar, Allan, Yana,...*1 lagi gue lupa namanya siapa tuh anak KHI. Gue didampingin sama co-guide yaitu temen-temen dari Yayasan sosial yang concern sama pendidikan anak jalanan (asli gue lupa nama Yayasannya apa). Temen-temen co-guide ini membantu gue menertibkan adik-adik untuk menyebrang jalan. Kelompok gue namanya 'Kuning', ada 13 adik-adik kecil yang usianya 5-10 tahun.
Gue sempet baca sedikit dan mengingat-ingat secara kilat sejarah tempat-tempat yang nanti akan dilewati. Walaupun Kang Asep bilang.."santai aja bahannya, mereka masih SD jadi materinya gak usah yang berat-berat" tetep aja materi enteng rasanya blank saat itu. 5 menit kenalan sama adik-adik ini dan mulai ngobrol, gue mulai relax dan [sok] asik.
Intinya, Alhamdulillah lancar dan bisa mbantuin KHI, nggak rugi lah dateng karena sudah berbagi banyak hal sama adik-adik dan teman-teman yang hebat itu. Guide dan bacot gue selama nge-guide mereka dibaca aja di http://langkahgita.multiply.com yaa.. disini mah cuma pengen nyeritain senengnya udah dikasih kesempatan berbagi sama Allah S.W.T

Saya[semoga] bukan sedang mengibuli mereka tentang Oud Batavia dan VOC
"Insya Allah puasa hari ini membawa berkah..amien"

Kelompok Kuning berfoto sama Kak Gita, Keithy, dan Arie
"Jangan bosan belajar sejarah ya adik-adikku..."

Kak Keithy makasih ya udah jadi co-guide saya dan menertibkan adik-adik ini
Sungguh, kamu seharusnya jadi P0lantas :)

Bareng temen-temen inspiratif ini, belajar sejarah jadi 'nagih'
Terima kasih KHI :)
Terima kasih temen-temen volunteer dan co-guide
Terima kasih para donatur dan dermawan yang berhati mulia
Terima kasih adik-adik untuk semangat dan asanya
Terima kasih Ya Allah, untuk hari yang istimewa di Bulan Ramadhan ini
Ada kegiatan Baksosnya temen-temen KHI. Niatnya sih cuma dateng dan ikut membantu, yahh siapa tau temen-temen yang lain pada kecapekan setelah acara "Menelusuri Kampung Arab, Pekojan" di tanggal 12 September. Jadi deh gue dateng sebagai volunteer sama Yana dan Ambar. Kita ketemuan di Musium Bank Mandiri jam 14.30. Acara dimulai jam 15.00, anak-anak dari sekitar kawasan kota udah rameeee banget menuuhin aula. Mereka ditemani sama orangtuanya. Mba Indah lagi asik ngajakin mereka ngobrol dan main games, sementara kita masih bingung mau bantu apa :)
Anak-anak KHI yang nongol cuma ada sedikit, nggak sebanding dengan pesertanya dan kelihatan mereka semua lelah setelah acara kemarin dan sahur on the road semalam. Tiba-tiba kita bertiga dipanggil Kang Asep dan diminta untuk bantu meng-guide adik-adik ini.. wah?! dadakan!? Nggak siap materi nihh, hoho..tapi nggak apa-apalah daripada mubazir dan nggak bantu apa-apa. Lagian yang dijelasin nggak akan terlalu banyak koq, tripnya cuma dari MBM, MBI (halamannya doang) trus nyebrang ke Escompto Bank, Museum Wayang (halamannya) dan berakhir di Taman Fatahillah lalu balik lagi deh ke MBM.
Adik-adik ini dibagi jadi 5 kelompok, guidenya ada gue, Ambar, Allan, Yana,...*1 lagi gue lupa namanya siapa tuh anak KHI. Gue didampingin sama co-guide yaitu temen-temen dari Yayasan sosial yang concern sama pendidikan anak jalanan (asli gue lupa nama Yayasannya apa). Temen-temen co-guide ini membantu gue menertibkan adik-adik untuk menyebrang jalan. Kelompok gue namanya 'Kuning', ada 13 adik-adik kecil yang usianya 5-10 tahun.
Gue sempet baca sedikit dan mengingat-ingat secara kilat sejarah tempat-tempat yang nanti akan dilewati. Walaupun Kang Asep bilang.."santai aja bahannya, mereka masih SD jadi materinya gak usah yang berat-berat" tetep aja materi enteng rasanya blank saat itu. 5 menit kenalan sama adik-adik ini dan mulai ngobrol, gue mulai relax dan [sok] asik.
Intinya, Alhamdulillah lancar dan bisa mbantuin KHI, nggak rugi lah dateng karena sudah berbagi banyak hal sama adik-adik dan teman-teman yang hebat itu. Guide dan bacot gue selama nge-guide mereka dibaca aja di http://langkahgita.multiply.com yaa.. disini mah cuma pengen nyeritain senengnya udah dikasih kesempatan berbagi sama Allah S.W.T
Saya[semoga] bukan sedang mengibuli mereka tentang Oud Batavia dan VOC
"Insya Allah puasa hari ini membawa berkah..amien"
Kelompok Kuning berfoto sama Kak Gita, Keithy, dan Arie
"Jangan bosan belajar sejarah ya adik-adikku..."
Kak Keithy makasih ya udah jadi co-guide saya dan menertibkan adik-adik ini
Sungguh, kamu seharusnya jadi P0lantas :)
Bareng temen-temen inspiratif ini, belajar sejarah jadi 'nagih'
Terima kasih KHI :)
Terima kasih temen-temen volunteer dan co-guide
Terima kasih para donatur dan dermawan yang berhati mulia
Terima kasih adik-adik untuk semangat dan asanya
Terima kasih Ya Allah, untuk hari yang istimewa di Bulan Ramadhan ini
Label:
Live my life,
Photos
Saturday, August 8, 2009
Euphoria teman baru dan kenangan teman lama
Belakangan lagi merasakan judul posting seperti di atas. 2 bulan belakangan juga lagi seneng-senengnya bergabung sama beberapa komunitas yang (saya percaya) sifatnya bukan hedon. Punya kenalan teman-teman baru yang punya banyak kesamaan ternyata menyenangkan, jadi nggak sabar untuk ikut event-event berikutnya. Itu yang saya sebut euphoria teman baru, rasanya mengenal lebih jauh teman-teman baru itu punya efek yang luar biasa terhadap rutinitas sehari-hari saya, bawaannya pengen melakukan hal-hal seru bersama atau diskusi hal-hal yang menarik minat kita. Rasanya, rutinitas senin sampai jum'at cepet banget lewatnya dan tibalah Sabtu dan Minggu, sang penawar jenuh untuk berkumpul bersama teman-teman ini.
Ironisnya, saat lagi seneng-senengnya dengan teman-teman baru, perasaan kangen berkumpul dengan teman-teman lama juga demikian halnya, hanya saja mungkin karena punya kesibukan dan prioritas berbeda-beda, hal yang satu ini lebih sulit dilaksanakan ketimbang yang pertama. Situasi ini, awalnya sempat membuat saya sedikit sedih, entah kenapa, sedikit demi sedikit menghilang dan perasaan sedih itu kini terganti dengan perasaan kangen, sebenernya.. kalau kita lagi ngumpul sama-sama tuh nggak banyak yang kita lakukan, ritualnya cuma 1; Ngobroool.
Tapi toh ngobrol perlu wktu kan ? perjalanan untuk bertemu juga perlu waktu, bukan? semua perlu waktu, hingga sang waktu pun menjadi sangat mahal disini. Ketika si waktu nggak mampu terbeli, lalu kadang saya merasa 'jauh' dengan teman-teman lama saya, entah saya yang merasa jauh atau saya yang menjauh, kadang kronologis 2 kata ini menjadi abu-abu buat saya yang merasakannya.
Lalu di saat pikiran saya lagi jernih, saya berpikir dan menerka-nerka.. sebenernya orang-orang akan datang dan pergi silih berganti ke dalam kehidupan kita, mereka masuk dan keluar tanpa permisi di hari-hari kita, sama dengan teman-teman yang sedang saya bicarakan, yang kemudian mempengaruhi saya adalah efek psikologis akan keluar masuknya orang-orang tsb di kehidupan saya. Efek psikologis saya yang berupa euphoria akan terasa saat saya dapat kenalan teman baru yang menyenangkan, dengan otomatis kebiasaan-kebiasaan baru akan muncul menggantikan kebiasaan-kebiasaan lama. Begitu juga dengan teman-teman lama yang pelan tapi pasti beranjak pergi (well, mungkin mereka nggak benar-benar pergi, hanya saja keadaan dan prioritasnya berubah, pun menjadikan kebiasaan yang dulu juga ikut berubah) punya efek yang saya rasakan dahsyatnya. Dulu saya dapat dengan mudah langsung menelfon seorang sahabat lalu mengajaknya keluar saat itu juga untuk sekedar minum atau ngobrol kalaou lagi bosen, tapi sejak dia bekerja di luar kota kemudian menikah tentunya saya nggak bisa dengan leluasa dulu menelfon langsung mengajaknya keluar saat itu juga kan? Keadaan ini kadang membuat saya rindu sekaligus sedih, tapi di sisi lain 'mencoba mengerti situasi' menjadi obat penghibur yang menetralkan perasaan sedih tadi. Lalu, waktu berjalan, lambat laun membuat masing-masing kita terkotak-kotak dengan dengan tanggung jawabnya masing-masing dan semuanya pun menjadi terbatas.
Untuk teman dan sahabat, maaf kalau kadang saya melupakan kalian dan maaf tak sempat mengingatkanmu kalau saya merasa dilupakan olehmu
Ironisnya, saat lagi seneng-senengnya dengan teman-teman baru, perasaan kangen berkumpul dengan teman-teman lama juga demikian halnya, hanya saja mungkin karena punya kesibukan dan prioritas berbeda-beda, hal yang satu ini lebih sulit dilaksanakan ketimbang yang pertama. Situasi ini, awalnya sempat membuat saya sedikit sedih, entah kenapa, sedikit demi sedikit menghilang dan perasaan sedih itu kini terganti dengan perasaan kangen, sebenernya.. kalau kita lagi ngumpul sama-sama tuh nggak banyak yang kita lakukan, ritualnya cuma 1; Ngobroool.
Tapi toh ngobrol perlu wktu kan ? perjalanan untuk bertemu juga perlu waktu, bukan? semua perlu waktu, hingga sang waktu pun menjadi sangat mahal disini. Ketika si waktu nggak mampu terbeli, lalu kadang saya merasa 'jauh' dengan teman-teman lama saya, entah saya yang merasa jauh atau saya yang menjauh, kadang kronologis 2 kata ini menjadi abu-abu buat saya yang merasakannya.
Lalu di saat pikiran saya lagi jernih, saya berpikir dan menerka-nerka.. sebenernya orang-orang akan datang dan pergi silih berganti ke dalam kehidupan kita, mereka masuk dan keluar tanpa permisi di hari-hari kita, sama dengan teman-teman yang sedang saya bicarakan, yang kemudian mempengaruhi saya adalah efek psikologis akan keluar masuknya orang-orang tsb di kehidupan saya. Efek psikologis saya yang berupa euphoria akan terasa saat saya dapat kenalan teman baru yang menyenangkan, dengan otomatis kebiasaan-kebiasaan baru akan muncul menggantikan kebiasaan-kebiasaan lama. Begitu juga dengan teman-teman lama yang pelan tapi pasti beranjak pergi (well, mungkin mereka nggak benar-benar pergi, hanya saja keadaan dan prioritasnya berubah, pun menjadikan kebiasaan yang dulu juga ikut berubah) punya efek yang saya rasakan dahsyatnya. Dulu saya dapat dengan mudah langsung menelfon seorang sahabat lalu mengajaknya keluar saat itu juga untuk sekedar minum atau ngobrol kalaou lagi bosen, tapi sejak dia bekerja di luar kota kemudian menikah tentunya saya nggak bisa dengan leluasa dulu menelfon langsung mengajaknya keluar saat itu juga kan? Keadaan ini kadang membuat saya rindu sekaligus sedih, tapi di sisi lain 'mencoba mengerti situasi' menjadi obat penghibur yang menetralkan perasaan sedih tadi. Lalu, waktu berjalan, lambat laun membuat masing-masing kita terkotak-kotak dengan dengan tanggung jawabnya masing-masing dan semuanya pun menjadi terbatas.
Untuk teman dan sahabat, maaf kalau kadang saya melupakan kalian dan maaf tak sempat mengingatkanmu kalau saya merasa dilupakan olehmu
Label:
Live my life
Friday, July 3, 2009
Setelah Operasi Usus Buntu
Sudah seminggu sejak operasi usus buntu. Rasanya senang... kemaren udah bisa kayak kutu loncat, ke Kota Tua sama Ambar terus lanjut ke Pesta Buku Jakarta di Istora Senayan.. Alhamdulillah, walaupun masih agak lambat jalannya dan belum bisa 'ngoprek' semua stand buku tapi saya cukup senang. Hari ini juga sudah melakukan apa yang dianjurkan Dokter bedahku, untuk banyak-banyak skipping. Kadang masih terasa nyeri sewaktu melompat tapi sebisa mungkin tidak saya rasakan. Pagi ini juga dapat bingkisan kecil dari Bude, tetangga sebelah, dia membuatkan khusus untuk saya dan keluarga Ayam Goreng kremes spesial, waw ! saya pikir ini sangat istimewa sekali, beliau memasakkan ayam 1 potong utuh untuk kami sekeluarga sebagai perayaan kecil atas kesembuhan saya... lagi lagi Alhamdulillah. Sebelumnya Ibu-ibu pengajian di RT juga telah datang ke rumah dan menjengukku sambil membawa buah-buahan segar sebagai buah tangan, mereka berbagi cerita tentang anak-anak mereka yang pernah mengalami operasi serupa denganku dengan tujuan menghiburku dan membesarkan hatiku agar cepat pulih. Begitu juga dengan sahabat-sahabat lainnya yang memberikan dukungan dan do'a melalui sms dan facebook, secara langsung menyemangatiku untuk tetap semangat kembali sembuh.
Saya menikmati sakit kali ini, hehe, harap dicermati ya penjelasan saya. Bagaimana tidak menikmati, setelah operasi saya diharuskan beristirahat di rumah selama 4 hari dan atasan saya pun menganjurkan demikian demi mendukung kesembuhan saya. Setelah beberapa minggu tidak pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarga, tentunya saya sangat menikmati masa-masa istirahat saya di rumah ini, walaupun banyak ditinggal juga oleh adik-adik saya yang kuliah dan ibu yang bekerja, tapi terlepas dari itu, perhatian dari mereka dan perasaan nyaman beristirahat di rumah merupakan obat penenang yang saya telan dengan senang hati. Urusan pekerjaan sejenak saya taruh di dalam lemari, menanti kesembuhan saya. Walaupun demikian saya tak mau berlama-lama sakit, jadilah mulai dari hari pertama saya beristirahat di rumah, saya membiasakan diri mengerjakan pekerjaan yang biasa saya lakukan, mencuci piring, beres-beres kamar, blogging, pokoknya dilarang tiduran kecuali kalau mau tidur ! Karena disadari atau tidak, cara yang paling cepat untuk sembuh adalah dengan semangat merasa sehat dan sembuh :-)
.. Well, terakhir yang mau saya ulas dari sakitnya saya adalah, sesaat sebelum saya jatuh sakit, ternyata sakit saya ini adalah jawaban atas keteledoran dan ketidakperdulian saya terhadap kebersihan makanan, saya pikir semua baik-baik saja, makanan saya dan pola hidup saya yang sedikit koboi tapi ketika saya merasa demikian saya malah sakit..hehe, ternyata saya salah, saya tidak baik-baik saja, usus saya telah tersakiti oleh pola makan dan hidup saya selama ini hingga ia pun membusuk dan bernanah. Lalu, ketika saya merasa urusan pekerjaan telah melilit sampai ke rongga otak dan menghisap hampir seluruh waktu dan tenaga saya hingga rasanya tidur nyenyak adalah sesuatu yang langka... terjawab sudah dengan istirahatku selama di RS dan di rumah, saya bisa nyenyak tidur tanpa memikirkan urusan pekerjaan, saya tak harus diburu-buru sang deadline yang angkuh... dan terakhir, ketika saya merasa berjalan lunglai sendirian dan terlupakan oleh teman-teman dan keluarga, eeeh...ternyata mereka-lah yang nomor 1 berdo'a untuk kesembuhan dan kelancaran operasiku, terbukti dari perhatian mereka dan kunjungan mereka untukku sewaktu di RS dan di rumah.
Lucu ya, ternyata dalam soal ujian hidup, jawaban saya masih banyak yang salah. Ternyata, kebanyakan jawaban-jawaban sebenarnya atas pertanyaan-pertanyaan hidup yang saya lontarkan seringkali bersembunyi di balik realita yang sedang saya hadapi.
Saya menikmati sakit kali ini, hehe, harap dicermati ya penjelasan saya. Bagaimana tidak menikmati, setelah operasi saya diharuskan beristirahat di rumah selama 4 hari dan atasan saya pun menganjurkan demikian demi mendukung kesembuhan saya. Setelah beberapa minggu tidak pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarga, tentunya saya sangat menikmati masa-masa istirahat saya di rumah ini, walaupun banyak ditinggal juga oleh adik-adik saya yang kuliah dan ibu yang bekerja, tapi terlepas dari itu, perhatian dari mereka dan perasaan nyaman beristirahat di rumah merupakan obat penenang yang saya telan dengan senang hati. Urusan pekerjaan sejenak saya taruh di dalam lemari, menanti kesembuhan saya. Walaupun demikian saya tak mau berlama-lama sakit, jadilah mulai dari hari pertama saya beristirahat di rumah, saya membiasakan diri mengerjakan pekerjaan yang biasa saya lakukan, mencuci piring, beres-beres kamar, blogging, pokoknya dilarang tiduran kecuali kalau mau tidur ! Karena disadari atau tidak, cara yang paling cepat untuk sembuh adalah dengan semangat merasa sehat dan sembuh :-)
.. Well, terakhir yang mau saya ulas dari sakitnya saya adalah, sesaat sebelum saya jatuh sakit, ternyata sakit saya ini adalah jawaban atas keteledoran dan ketidakperdulian saya terhadap kebersihan makanan, saya pikir semua baik-baik saja, makanan saya dan pola hidup saya yang sedikit koboi tapi ketika saya merasa demikian saya malah sakit..hehe, ternyata saya salah, saya tidak baik-baik saja, usus saya telah tersakiti oleh pola makan dan hidup saya selama ini hingga ia pun membusuk dan bernanah. Lalu, ketika saya merasa urusan pekerjaan telah melilit sampai ke rongga otak dan menghisap hampir seluruh waktu dan tenaga saya hingga rasanya tidur nyenyak adalah sesuatu yang langka... terjawab sudah dengan istirahatku selama di RS dan di rumah, saya bisa nyenyak tidur tanpa memikirkan urusan pekerjaan, saya tak harus diburu-buru sang deadline yang angkuh... dan terakhir, ketika saya merasa berjalan lunglai sendirian dan terlupakan oleh teman-teman dan keluarga, eeeh...ternyata mereka-lah yang nomor 1 berdo'a untuk kesembuhan dan kelancaran operasiku, terbukti dari perhatian mereka dan kunjungan mereka untukku sewaktu di RS dan di rumah.
Lucu ya, ternyata dalam soal ujian hidup, jawaban saya masih banyak yang salah. Ternyata, kebanyakan jawaban-jawaban sebenarnya atas pertanyaan-pertanyaan hidup yang saya lontarkan seringkali bersembunyi di balik realita yang sedang saya hadapi.
Label:
Live my life
Monday, June 22, 2009
Ada Hadiah Sebelum Ulang Tahun
Tulisan ini dibuat sesaat sebelum tanggal 20 Maret 2009
Just about 2 hours before March 20th, and i still awake, waiting for my first inhale at age 26th.. was thinking to count how many prices i have received in the last couple days but maybe too many to mentioned. Ada sebuah cerita yang membuat saya sempat terharu hari ini.
Kemarin malam adalah malam terakhir saya di Sanga sanga, kepulangan saya ke Jakarta tanggal 19 Maret disampaikan agak mendadak oleh si Boss, hari senin, tepatnya tanggal 16. Pendek cerita teman-teman di rig cortech AD 450 yang telah saya gawangi kurang lebih selama 2 minggu, tahu tentang berita kepulangan saya ke Jakarta, agak di luar rencana sebenarnya karena seharusnya saya berada 6 minggu di site, sedangkan sebulan pun belum genap. Jangankan mereka, saya pun kaget. Tapi yang lebih bikin saya kaget dan terharu mendengarnya, waktu seorang teman dari Cortech menceritakan tentang sebuah rencana kejutan kecil untuk saya.
Begini ceritanya, entah darimana… mereka tahu tanggal 20 Maret saya akan berulang tahun, lalu mulai disusunlah rencana sejak seminggu yang lalu, cerita seorang teman tadi, ternyata, mereka dengan asisten saya berencana untuk mengajak saya jalan-jalan ke Sanga sanga pada tanggal 19 malam kemudian memberi sebuah kue tart hasil dari patungan mereka ber-7 tepat pada tanggal 20 pukul 00.00. tapi.. lanjutnya bercerita, “kami kaget dan sedikit kecewa karena tiba-tiba ibu (haduh ..harus menahan sebel waktu saya dipanggil Ibu)digantikan oleh orang lain dan hal ini membuat kami bertanya-tanya.. kenapa? apa ada kesalahan dari kami secara teknis di lapangan yang akhirnya membuat ibu jadi digantikan oleh geologist lain, atau ada hal lain. Lalu, ia melanjutkan "tapi lepas dari itu.. ya..kami kecewa karena rencananya batal, padahal sudah kami susun sejak minggu lalu”. Dengan cepat saya menjelaskan kepulangan saya yang tiba-tiba ini murni karena job description saya yang juga harus menggawangi database di HO Jakarta, sama sekali bukan karena masalah teknis di lapangan.
Saya terharu Ya Allah, mendengar rencana kejutan kecil dari mereka, sejujurnya saya masih ingin sekali tinggal di mess untuk menikmati kejutan dari mereka dan belum ingin kembali ke Jakarta, ah tanggung rasanya, tinggal sehari lagi.. tapi apa daya saya, tiket sudah dipesan dan transportasi telah diatur dari Jakarta dan saya pun tetap harus pergi tanggal 19.
Cerita teman itu saya ulang-ulang dalam pikiran saya, persis seperti merewind sebuah kaset.. dan saya merasa bersyukur. Saya beruntung dan bersyukur, telah dihadiahi teman-teman baru yang baik dan pengertian serta banyak menolong saya, 2 minggu sebelum tepat saya berulang tahun yang ke 26. Bukan karena rencana kejutan itu yang membuat saya menyebut mereka teman-teman yang baik hati melainkan perasaan kekeluargaan dan kerjasama tim yang tulus yang mereka berikan kepada saya dan perasaan tulus mereka pula untuk menerima saya sebagai orang baru di dalam tim dengan rasa kekeluargaan.
Untuk Asnawi dan teman-teman crew Cortech Rig (AD) di Sanga sanga Site-SCI, Kaltim :: Grateful to know you guys, i can’t be more of it !
Just about 2 hours before March 20th, and i still awake, waiting for my first inhale at age 26th.. was thinking to count how many prices i have received in the last couple days but maybe too many to mentioned. Ada sebuah cerita yang membuat saya sempat terharu hari ini.
Kemarin malam adalah malam terakhir saya di Sanga sanga, kepulangan saya ke Jakarta tanggal 19 Maret disampaikan agak mendadak oleh si Boss, hari senin, tepatnya tanggal 16. Pendek cerita teman-teman di rig cortech AD 450 yang telah saya gawangi kurang lebih selama 2 minggu, tahu tentang berita kepulangan saya ke Jakarta, agak di luar rencana sebenarnya karena seharusnya saya berada 6 minggu di site, sedangkan sebulan pun belum genap. Jangankan mereka, saya pun kaget. Tapi yang lebih bikin saya kaget dan terharu mendengarnya, waktu seorang teman dari Cortech menceritakan tentang sebuah rencana kejutan kecil untuk saya.
Begini ceritanya, entah darimana… mereka tahu tanggal 20 Maret saya akan berulang tahun, lalu mulai disusunlah rencana sejak seminggu yang lalu, cerita seorang teman tadi, ternyata, mereka dengan asisten saya berencana untuk mengajak saya jalan-jalan ke Sanga sanga pada tanggal 19 malam kemudian memberi sebuah kue tart hasil dari patungan mereka ber-7 tepat pada tanggal 20 pukul 00.00. tapi.. lanjutnya bercerita, “kami kaget dan sedikit kecewa karena tiba-tiba ibu (haduh ..harus menahan sebel waktu saya dipanggil Ibu)digantikan oleh orang lain dan hal ini membuat kami bertanya-tanya.. kenapa? apa ada kesalahan dari kami secara teknis di lapangan yang akhirnya membuat ibu jadi digantikan oleh geologist lain, atau ada hal lain. Lalu, ia melanjutkan "tapi lepas dari itu.. ya..kami kecewa karena rencananya batal, padahal sudah kami susun sejak minggu lalu”. Dengan cepat saya menjelaskan kepulangan saya yang tiba-tiba ini murni karena job description saya yang juga harus menggawangi database di HO Jakarta, sama sekali bukan karena masalah teknis di lapangan.
Saya terharu Ya Allah, mendengar rencana kejutan kecil dari mereka, sejujurnya saya masih ingin sekali tinggal di mess untuk menikmati kejutan dari mereka dan belum ingin kembali ke Jakarta, ah tanggung rasanya, tinggal sehari lagi.. tapi apa daya saya, tiket sudah dipesan dan transportasi telah diatur dari Jakarta dan saya pun tetap harus pergi tanggal 19.
Cerita teman itu saya ulang-ulang dalam pikiran saya, persis seperti merewind sebuah kaset.. dan saya merasa bersyukur. Saya beruntung dan bersyukur, telah dihadiahi teman-teman baru yang baik dan pengertian serta banyak menolong saya, 2 minggu sebelum tepat saya berulang tahun yang ke 26. Bukan karena rencana kejutan itu yang membuat saya menyebut mereka teman-teman yang baik hati melainkan perasaan kekeluargaan dan kerjasama tim yang tulus yang mereka berikan kepada saya dan perasaan tulus mereka pula untuk menerima saya sebagai orang baru di dalam tim dengan rasa kekeluargaan.
Untuk Asnawi dan teman-teman crew Cortech Rig (AD) di Sanga sanga Site-SCI, Kaltim :: Grateful to know you guys, i can’t be more of it !
Label:
Live my life
Hanya Tentang Aku
Aku berpaling menatap angin, tersenyum pada langit, bertanya-tanya tentang cita-cita, saat sekujur tubuhku diguyur hujan sore itu, aku tak berusaha lari, malahan berjalan pelan-pelan, membiarkan hujan menjilati kulitku, membiarkan jemari kakiku bermain-main dengan genangan air. Ahh.. betapa aku rindu perasaan ini, perasaan tersiram.. ! Tersiram motovasi dan semangat yang dulu sempat menguap, menguap oleh teriknya matahari. Tiba-tiba saja, hujan sore itu menyeretku untuk kembali berlari menembus dinding-dinding mimpi, menerobos selubung cita-cita.
Aku tak ingin hanya berhenti disini, teriakku dalam hati, lengkingan suaraku tercekat di batang tenggorokan, hanya karena aku sedang radang tenggorokan, kalau tidak sumpah mati akan kuteriakkan lonjakan semangatku. Akan kukeluarkan energi ini dari tubuhku, menularkannya pada orang-orang, membuat virus pada seluruh dunia… ohhh, mungkin aku terlalu berlebihan.
Sekarang aku mempercepat langkahku, seiring meredanya hujan, gerimis sekarang menggelitik di wajahku, menggodaku dengan desau angin sore. Senyumku membuncah, mungkin terlihat rona di wajahku, entahlah..
Dalam langkahku aku menyempurnakan do’aku diiringi merdu titik-titik hujan. Ibu, aku tak kan berhenti disini, apapun yang terjadi tak ada yang dapat menjebakku disini, aku belum terpatri mati bu, walaupun tanpa alas kaki aku akan tetap berjalan, menglilingi dunia, terus mereguk ilmu, mengais rizki dari-Nya. Kutinggalkan kau disana bukan untuk terciptanya jarak, tapi untukku belajar berdiri. Aku ingin merasakan panasnya tempaan baja di sela-sela sejuknya tetesan embun pagi, aku ingin rasakan labirin kehidupan yang melulu kau ceritakan dan berusaha untuk tak tersesat di dalamnya. Ini aku, yang berlarian mengejar mimpi, yang pernah terpuruk karena cinta, tertatih demi cita. Aku tak ingin menggenggam emas dan permata belaka, untuk apa ? Aku ingin menikmati kilap-kilap mineral, membius pupilku dengan sistim kristal dan warnanya lalu menafsirkan arti kehadirannya di muka bumi ini
Aku mendamba berjuta pesona pengalaman dari petualangan ini, beragam cerita dari beragam mahluk Allah di muka bumi, mengambil sari patinya dan kucuri untuk mozaik hidupku. Kepingan-kepingan mozaik itu masih tercecer ribuan banyaknya dan tercerai berai melingkupi dunia fana’ ini, menantiku disana dengan cerita dan akhir yang tiada dapat disangka, tidakkah engkau rasakan kawan ? tidakkah engkau inginkan ? menjalani dan membaca arah kehidupan dengan bintang-bintang di langit, peta serta kompas kehidupan, bimbang terhantam kekuatan hembusan angin di puncak gunung, lalu dipeluk laut dan samudra dengan sejuta keindahan bawah laut.. Subhanallah. Aku ingin larut dalam aroma dedaunan dan kayu busuk, hafal tiap nyanyian serangga dan kumbang hutan, dihempas badai peluh di tengah gurun, berjingkat di atas gagahnya batuan vulkanik, lincah mengayuh dayung di sungai tak bermuara, aku ingin mencobanya, merasakannya, mensyukurinya dan menjadikan sebagai konsentrat makna kehidupan
Semua kejadian, fenomena, dan peristiwa di bumi dan di dalam bumi memaksaku untuk bertafakur, lalu mencari jawabnya agar terpuaskan dahaga ladang ilmu karunia-Nya. Sungguh, tiap langkah yang telah kujejak-kan, tiap tempat yang kusinggahi, tiap mahluk yang berinteraksi, tiap ekspresi emosi yang kurasakan, semakin membuatku kuat, bahwa tiada lagi nikmat dari Mu yang dapat didustakan.
Do’a ini untuk ibu, agar ridho dan restunya menyertai keikhlasan hatinya untuk merelakan ku pergi jauh, berkelana, bertualang, mencari dan menemukan kepingan-kepingan mozaik hidupku, yang akan aku kumpulkan dan kusimpan untuk melengkapi hidupku.. Belum lagi selesai aku berdo’a, sinar matahari sore muncul, mengganti awan hitam kelabu yang mengantar sang hujan, lalu cepat berganti warna dengan kemerahan khas senja. Sekelebat kilap dan kilaunya menyungginkan senyum ’selamat sore’ untukku, sebuah mata yang lain untuk kita agar bisa melihat ’senyum’ itu.
Kutulis ini di Banjarbaru, late @ nite
Aku tak ingin hanya berhenti disini, teriakku dalam hati, lengkingan suaraku tercekat di batang tenggorokan, hanya karena aku sedang radang tenggorokan, kalau tidak sumpah mati akan kuteriakkan lonjakan semangatku. Akan kukeluarkan energi ini dari tubuhku, menularkannya pada orang-orang, membuat virus pada seluruh dunia… ohhh, mungkin aku terlalu berlebihan.
Sekarang aku mempercepat langkahku, seiring meredanya hujan, gerimis sekarang menggelitik di wajahku, menggodaku dengan desau angin sore. Senyumku membuncah, mungkin terlihat rona di wajahku, entahlah..
Dalam langkahku aku menyempurnakan do’aku diiringi merdu titik-titik hujan. Ibu, aku tak kan berhenti disini, apapun yang terjadi tak ada yang dapat menjebakku disini, aku belum terpatri mati bu, walaupun tanpa alas kaki aku akan tetap berjalan, menglilingi dunia, terus mereguk ilmu, mengais rizki dari-Nya. Kutinggalkan kau disana bukan untuk terciptanya jarak, tapi untukku belajar berdiri. Aku ingin merasakan panasnya tempaan baja di sela-sela sejuknya tetesan embun pagi, aku ingin rasakan labirin kehidupan yang melulu kau ceritakan dan berusaha untuk tak tersesat di dalamnya. Ini aku, yang berlarian mengejar mimpi, yang pernah terpuruk karena cinta, tertatih demi cita. Aku tak ingin menggenggam emas dan permata belaka, untuk apa ? Aku ingin menikmati kilap-kilap mineral, membius pupilku dengan sistim kristal dan warnanya lalu menafsirkan arti kehadirannya di muka bumi ini
Aku mendamba berjuta pesona pengalaman dari petualangan ini, beragam cerita dari beragam mahluk Allah di muka bumi, mengambil sari patinya dan kucuri untuk mozaik hidupku. Kepingan-kepingan mozaik itu masih tercecer ribuan banyaknya dan tercerai berai melingkupi dunia fana’ ini, menantiku disana dengan cerita dan akhir yang tiada dapat disangka, tidakkah engkau rasakan kawan ? tidakkah engkau inginkan ? menjalani dan membaca arah kehidupan dengan bintang-bintang di langit, peta serta kompas kehidupan, bimbang terhantam kekuatan hembusan angin di puncak gunung, lalu dipeluk laut dan samudra dengan sejuta keindahan bawah laut.. Subhanallah. Aku ingin larut dalam aroma dedaunan dan kayu busuk, hafal tiap nyanyian serangga dan kumbang hutan, dihempas badai peluh di tengah gurun, berjingkat di atas gagahnya batuan vulkanik, lincah mengayuh dayung di sungai tak bermuara, aku ingin mencobanya, merasakannya, mensyukurinya dan menjadikan sebagai konsentrat makna kehidupan
Semua kejadian, fenomena, dan peristiwa di bumi dan di dalam bumi memaksaku untuk bertafakur, lalu mencari jawabnya agar terpuaskan dahaga ladang ilmu karunia-Nya. Sungguh, tiap langkah yang telah kujejak-kan, tiap tempat yang kusinggahi, tiap mahluk yang berinteraksi, tiap ekspresi emosi yang kurasakan, semakin membuatku kuat, bahwa tiada lagi nikmat dari Mu yang dapat didustakan.
Do’a ini untuk ibu, agar ridho dan restunya menyertai keikhlasan hatinya untuk merelakan ku pergi jauh, berkelana, bertualang, mencari dan menemukan kepingan-kepingan mozaik hidupku, yang akan aku kumpulkan dan kusimpan untuk melengkapi hidupku.. Belum lagi selesai aku berdo’a, sinar matahari sore muncul, mengganti awan hitam kelabu yang mengantar sang hujan, lalu cepat berganti warna dengan kemerahan khas senja. Sekelebat kilap dan kilaunya menyungginkan senyum ’selamat sore’ untukku, sebuah mata yang lain untuk kita agar bisa melihat ’senyum’ itu.
Kutulis ini di Banjarbaru, late @ nite
Label:
Live my life
Subscribe to:
Posts (Atom)